Bullwhip effect

Bullwhip effect adalah efek melonjaknya permintaan di tingkat
manufaktur / distribusi, akibat permintaan semu yang tidak
mencerminkan demand sebenarnya dari outlet / konsumen.

Hal ini dapat terjadi karena, semisal ada seorang konsumen menanyakan
tentang produk X di outlet A, ternyata di outlet A produk tersebut
sedang tidak tersedia. Kemudian outlet A mengajukan order produk X ke
distributor. Distributor mengajukan order ke manufaktur. Karena produk
X tidak tersedia di outlet A, maka konsumen tersebut menanyakan ke
outlet B. Kebetulan di outlet B juga kosong, sehingga outlet B juga
mengorder. Demikian seterusnya hingga ke beberapa outlet.
Real demandnya sebetulnya hanya 1 konsumen, tapi karena konsumen ini
menanyakan ke beberapa outlet, maka terjadi semacam demand yang semu.

Biasanya bullwhip effect terjadi pada produk baru yang distribusinya
belum merata.

Kasus ini setahu saya pernah menimpa salah satu produsen minuman
berserat. Akibat iklan yang gencar, permintaan yang masuk sangat
banyak. Tetapi banyak yang merupakan permintaan semu. Pada kasus
tersebut, pabrik nya sampai langsung membeli mesin tambahan untuk
memenuhi permintaan.

Bullwhip effect dapat diminimalisir dengan distribusi yang baik.

Leave a comment

Filed under Industrial Engineering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s