Kegiatan Marketing dalam Sudut Pandang Psikologi Industri

Marketing merupakan kegiatan mempromosikan apa yang kita jual agar para pelanggan mengetahui dan tertarik dengan apa yang kita jual. Dalam perusahaan system marketing sangat berpengaruh dan memiliki peran sangat vital dalam memperkenalkan perusahaan tersebut kepada orang banyak maupun kepada relasi – relasi bisnis lainnya. Contohnya saja sekarang kita akan membahas tentang sebuah perusahaan waralaba yaitu Alfamart yang tertera mempunyai system ataupun strategi marketing yang baru pada zaman itu.

Alfamart yang mulai berdiri pada 18 Oktober 1999 dengan outlet pertama yang beroperasi di JL. Beringin – Tanggerang . Sejak difranchasekan 5 tahun yang lalu Alfamart terus berkembang pesat hingga sekarang ini. Total kini Alfamart telah memiliki outlet lenih dari 2.000 buah yang tersebar di pulau Jawa dan Lampung, dengan dukungan oleh 10 distribution centre, yang sebagaimana disebutkan dalam Majalah Franchise, 10/II/15 Oktober – 14 November 2007, pada rubrik Marketing Inspiration.

Dengan jumlah outlet yang besar dan ditambah persaingan di bisnis ritel yang semakin ketat tentunya tidak mudah dalam menggaet pelanggan baru. Perusahaan yang telah menjadi icon bisnis di Indonesia itu menggunakan strategi komunikasi yang terintegrasi untuk menggaet para pelanggan baru. Semua lini komunikasi tidak ada yang dilewatkan mulai dari Above The Line (ATL) seperti di TV, radio dan media cetak, melakukan strategi Customer Relations Management (CRM) hingga Below The Line (BTL) sepeti menggelar beragam kegiatan.

Alfamart juga membuet sebuah reality show yang bertajuk ‘Ronda Sore Alfamart’, yaitu bentuk program bagi – bagi hadiah yang mana agar terjalin silaturahmi antara Alfamart dengan para peanggan lama dan pelanggan baru. Acara tersebut juga ditayangkan di televise swasta agar pemasran semakin luas.Untuk lenih meningkatkan loyalitas para pelanggan Alfamart mulai memperlakukan kartu membership yaitu AKU menggelar gathering dan program potongan harga dengan menjalin kerjasama dengan beberapa merchant seperti Mc Donalds, Medicine Shop, Time Zone, Water Park, etc.

Selain kegiatan marketing diatas Alfamart juga memiliki kegiatan lainnya seperti, program Alfamart Fair, suatu bentuk kegiatan masal mulai dari gerak jalan sehat,, senam kebugaran, UKM expo, donor darah an pemeriksaan kesehatan.selain itu juga ada kegatan lain yang boleh dibilang cangkupannya adalah anak muda yaitu kegiatan musik, fun bike, dan kegiatan anak muda lainnya. Tujuan dari semua kegiatan tersebut memang ujung- ujungnya adalah mendapat loyalitas dari para pelanggan dan meningkatkan penjualan produk agar dalam hal income menjadi meningkat, dampaknya bila itu semua meningkat maka pendapatan agar menjati menibgkat pula dan anggaran dana untuk melakukan system strategi komunikasi ini yang terbilng membutuhkan budget yang tidak kecil ini tergantikan dan sesuai dengan target yang diharapkan. Selain mendapat pengakuan dari para pelanggan Alfamart juga menargetkan untuk lebih mendekatkan diri kepada pelanggan dan Brand Awarness.

Banyak factor yang mendukung Alfamart untuk melakukan kegiatan seperti diatas dan selain yang diatas juga, lebih tepatnya adalah factor psikologi, contohnya saja tentang hasil kerja dan kepuasan hasil kerja. Disana Alfamart yang diwakili oleh seorang Marketing and Business Development Director pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, yang menjalankan program kerja habis – habisan untuk kepuasan pribadi dan kepuasan perusahaan. Untuk menggapai kepuasan tersebut mereka bekerja secara maximal agar hasil menjadi perfect. Dalam kerja yang maximal entah apa yang mereka lakukan mungkin itu meningkatkan perbaikan tingkah laku, perbaikan system kerja ataupun perbikan penetapan kebijakan. Dalam hal seperti ini kita wajib melihat hal sepeti dalam kajian Mc. Gregor bahwa ada 2 jenis tipe orang pekerja yang pertama pekerja alamiah tidak suka bekerja cenderung lebih suka dipimpin, cenderung tidk bertaggung jawab. Dan yang kedua ialah pekerja secara alamiah suka bekerja, mau dipimpin, mau menerima tan ggung jawab, memiliki imajinasi-kecerdasan-kreativitas dan mandiri. Dan juga ada 2 tipe untuk seorang manager yaitu yang pertama sangat ketat dan berorientasi control kepada bawahan menjadi pasif, malas dan tidak kreatif. Sedangkan yang kedua ialah memberi kesempatan berpartisipasi pada bawahan, bebas beimajinasi, bebas dan bertanggung jawab. Dalam hal seperti ini Alfamart sangat cocok untuk memilih tipe pekerja yang kedua, karena akan optimal hasilny, dan sedangkan untuk manager yang memimpin lebih cocok yang kedua juga, karena kekreativitasan tinggi dan inovasi baru sangat dituntut dalam usaha ini, contohnya saja keberhasilan Alfamart membuat marketing strategi komunikasi yang tak lepas dri peran seorang manager yang cerdas, kreativ dan inivatif.

Jika kita tilik kembai pula kegiatan Alfamart yang semula memang berupa teknis marketing menjadi social dan kemanusiaan, perasaan, sikap manusia dan kerja sama merupakan hal penting dalam meningkatkan produktivitas, kegiatan yang berupa teknis promosi, disesuaikan dan didasari dengan tingkat social masyarakat, dengan adanya kegoatan social seperti donor darah, kegiatan pemeriksaan keehatan, UKM ekpo,ect.teknis diatas tersebut masuk kedalam kajian Elton Mayo, yang mana bergesernya perhatian penelitian dari masalah teknis dan structural kemasalah social dan kemanusiaa walaupun hasil yang ingin dicapai sama.

Dalam menjalankan strategi komunikasinya Alfamart membidik segi psikologi para pelanggannya dengan promosi – promosi yang apik sehingga membuat pelanggan termotivasi untuk lebih loyal terhadap Alfamart. Selain kepada para pelanggan motivasi juga diberikan kepada para pekerja, mereka tidak dapat bekerja secara maximal apabila secara psokologi mereka tertekan. Menurut Maslow yaitu Need Hierarchy Theory, dalam hidup manusia membutuhkan kebutuhan hidup, kebutuhan-kebutuhan itu digolongkan menjadi 5 yaitu;

Physiological Needs; kebutuhan yang bersifat bilogis, seperti sandang, pangan, papan. Dalam konteks ini pelanggan diharapkan dapat memenuhi kebutuha hidup mereka di Alfamart dengan produk yang lengkap, bermutu, dam terjangkau.

Sedangkan dalam konteks pekerja Alfamart memberikan fasilitas dan bonus bagi para pekerja yang bekerja naik giat dan rajin.

Safety Needs; kebutuhan rasa aman dan nyaman. Dalam konteks ini pelanggan diharapkan mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat berbelanja di Alfamart. Dengan pekerja yang care terhadap pelanggan dan ramah tentunya.

Sedangkan dalam konteks pekerja Alfamart memberikan asuransi bekerja kepada para pegawainya.

Esteem Needs; kebutuhan akan harga diri. Dalam konteks ini pelanggan diharapkan mendapatkan pelayanan yang baik, menjungjung costumer sebagai raja, agar perasaan mereka nyaman dan dihargai.

Sedangkan dalam konteks pekerja Alfamart senantiasa mengajarkan attitude yang baik terhadap sesama pegawai.

Self Actualization; ingin berbuat yang lebih baik. Dalam konteks ini pelanggan diharapkan mendapatkan apa itu rupanya dengan kualitas terbaik dari hari ke hari.

Sedangkan dalam konteks pekerja Alfamart selalu membrikan fasilitas yang inovatif kepada pegawai karena apa? Agar para pegawai tidak jenuh saat bekerja dan diharapkan para pegawai memunculkan inovasi dan kreativitas yang baru dan menguntungkan Alfamrt tentunya.

Socal Needs; kebutuhan-kebutuhan social. Dalam konteks ini pelanggan diharapkan mendapatkan kebutuhan social disini, seperti mendapay pengakuan dari Alfamart, ikut serta dalam acara yang di adakan oleh Alfamart, dan saling bekerja sama.

Sedangkan dalam konteks pekerja Alfamart mengadakan naik pangkat atau promosi jabatan, naik gaji, bonus , dan lain – lain.

Sebenarnya ada satu lagi kebutuhan yang terlewatkan yaitu kebutuhan akan sex. Secara tidak langsung para perusahaan memenuhi kebutuhan sex para pelanggannya, dengan cara menempatkan pegawai wanita yang cantik dan sexy ataupun para pegawau pria yang tampan. Sehingga itu semua menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Inti dari permsalahan wacana diatas yaitu tentang bagaimana cara Alfamart melakukan cara marketing yang menganutu strategi komunikasi di segala bidang, guna mendapat Brand Awarness dan loyalitas pelanggan.

1 Comment

Filed under Industrial Engineering

One response to “Kegiatan Marketing dalam Sudut Pandang Psikologi Industri

  1. Salam Kenal.
    Artikelnya bagus. keren..
    saya baru posting tulisan terbaru… silahkan dilihat

    “PROSES PENJUALAN – LEADS DAN REFERRALS :

    Apakah penting sebuah Leads and Referrals itu bagi seorang tenaga penjual?

    Sangat penting. Bila kita analogikan seperti tubuh yang memerlukan darah. Bila darah tidak ada niscaya tubuh tidak bekerja. Bila leads dan referrals tidak berkualitas penjualan pun buruk. …..” read more at http://distributor4lifeindonesia.wordpress.com/2009/03/16/proses-penjualan-leads-dan-referrals/

    salam

    gumilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s