Etika Perekayasa Vs Etika Karyawan dalam ETIKA KERJA

Setelah membaca artikel etika kerja dalam http://kuliahbersama.com/?p=102, saya ingin menyumbang sedikit pemikiran dalam hal ini.

Seorang peneliti (perekayasa) memang harus menghadapi status ganda dalam organisasi. Di satu pihak, peneliti sebagai perekayasa, dan dilain pihak dia juga adalah seorang karyawan. Dan hal ini memiliki konsekwensi peneliti harus berhadapan dengan etika yang mencakup di dua bidang tersebut.

Seorang peneliti dalam konteks karyawan harus memiliki etika seorang karyawan dalam sebuah perusahaan. Etika kerja ini berdifat umum bagi semua karyawan dalam satu perusahaan.

Seorang peneliti dalam melakukan penelitian/rekayasa juga harus berhadapan dengan etika rekayasa yang sering disebut kode etik.  Kode etik ini mengatur semua hal-hal yang harus ditaati seorang perekayasa dalam melakukan rekayasa, baik rekayasa produk maupun rekayasa sistem dan nilai.

Konsep ganda yang harus dihadapi karyawan ini merupakan hal yang wajar. Hal-hal umu yang harus dijalani oleh seorang karyawan tersebut diatur dalam etika kerja. Namun juga harus berhadapan dengan hal-hal khusus yang mengatur etika yang lebih spesifik dalam ruang lingkup kerjanya.

Mohon pendapatnya. Bagaimana menurut anda???

1 Comment

Filed under ETIKA TEKNIK

One response to “Etika Perekayasa Vs Etika Karyawan dalam ETIKA KERJA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s